Teman-teman pembaca mungkin pernah merasakan saat – saat terpuruk dan saat-saat bahagia di kelas yang berkaitan dengan masalah akademik.

Apa yang teman-teman rasakan? semangatkah atau bahkan malah putus asa?

Begitu pula saya, walaupun sy suka ilmu biologi dan kimia juga pastinya biokimia tapi ternyata tidak semua bagian bisa kita pahami dengan cara yang sama. ada bagian ilmu yang harus di ulang-ulang dengan susah payah dan bekerja keras untuk memahami ilmu tersebut. tapi ada pula yang dengan mudah kita pahami.

Tidak itu saja. sering saya mendengar keluhan teman-teman tentang sulitnya mendapat nilai tinggi di IPB ini, alias sulit sekali dapat IP 4 atau setidaknya geser-geser dikit. Justru sy pun bertambah bimbang saat mendengar teman-teman di perguruan tinggi lain begitu tinggi nilai-nilai IPK mereka, jadi muncul pertanyaan, sebenarnya siapa yang salah?

Bicara mengenai siapa yang salah atau benar itu bukan jawaban yang tepat. Yang menjadi akar penyebab sulitnya mendapat nilai tinggi di IPB ini karena menurut saya,

1. dari awal sudah ketat seleksi masuk IPB ini, sehingga para mahasiswanya cukup kompeten.

2. dari awal sudah diberikan matrikulasi sebagai latihan kuliah di semester yang sebenarnya.

Tapi, janganlah gampang berputus asa teman.

Sebenarnya yang beda itu budayanya. Bayangkan semua mahasiswa di perkuliahan itu baru. Mereka sama dengan kita, baru mempelajari ilmu-ilmu tersebut bareng dengan kita. tapi kenapa ada yang nilainya tinggi ada juga yang pas-pasan.

Selain karena tidak suka dengan mata kuliahnya, yang lebih penting adalah budaya belajar kita. mereka yang sama-sama seiring belajar dengan kita tapi dapat nilai bagus berarti mereka lebih rajin dari kita. mereka belajar lebih keras, dan mungkin kita terlalu santai atau tidak mengoptimalkan waktu sebaik mungkin untuk menuntut ilmu.

Menurut saya, itu salah satu penyebabnya. Jadi ga ada alasan lagi untuk malas belajar. semoga apa yang bagi di atas setidaknya bisa membuka salah satu sudut pandang teman-teman.

Wassalam.

Selamat Malam pembaca..

Udah lama banget ga nulis di blog ini karena satu dan lain hal..

BTW, di kampus lagi musim MPF, MPD dan MPKMB niy.

apa sih singkatan2 itu?

MP = Masa perkenalan.

F = fakultas

D = Departemen

MB = Mahasiswa Baru.

Sebagai mahasiswa FMIPA, berarti saya membantu pelaksanaan kegiatan MPF di Mipa donk, Beberapa hal yang menarik dari masa perkenalan fakultas ini adalah jumlah mahasiswa baru yang terdaftar itu paling banyak dari fakultas lain. Ya iya lah, departemennya aja paling banyak. Tapi yang jadi perhatian adalah bagaimana mengelola sumber daya manusia yang berperan dalam kepanitiaan di MPF ini, G-Force, biasa dipanggil begitu.

Selain itu, hakikat masa perkenalan ini saya khawatirkan menjadi ajang untuk balas dendam kakak kelas ke adik kelasnya. Padahal namanya saja sudah masa perkenalan, intinya kita gunakan waktu tiga hari itu untuk mengenalkan FMIPA pada mahasiswa yang baru masuk departemen.

Riskan rasanya ketika mendengar evaluasi MPKMB tahun kemarin yang  katanya hampir 20-30% bagian dari mahasiswa baru tidak mengikuti kegiatan tersebut. Mahasiswa baru yang masuk pada tahun kemarin itu berarti kini yang akan masuk ke Fakultas MIPA. Apakah hal itu akan terulang lagi?

Bagaimana jadinya dengan biaya yang sudah dikeluarkan oleh IPB untuk program ini namun tidak ada apresiasi dari mahasiswanya?

Apakah kini mahasiswa berani melakukan hal-hal seperti itu, padahal dampak dari kegiatan ini cukup berperan sebagai bekal kita nanti hidup di FMIPA.

Beberapa contoh yang saya pun baru sadari apa gunanya ini itu saat MPF dulu.

1. Kenapa MOD (master of  Dicipline) galak banget kalau kita dateng telat? ternyata ini bermanfaat untuk melatih kita tepat waktu, tidak ngaret baik itu untuk kuliah, rapat ataupun dimanapun kita berada kita bisa menghargai waktu. Janji jam x berarti kita berangkat dari rumah jam x kurang karena sedekat apapun lokasi kita ke tempat rapat tapi tetap saja butuh waktu untuk kesana bukan? beberapa dosen atau saya pikir semua, tidak mau mahasiswanya terlambat.  ada yang marah2 saja ketika di MPF masih bisa santai, bagaimana kuliah kita yang tidak ada yang memaksa kita. mau dateng atau engga ya itu terserah dia. tapi kini IPB menerapkan aturan lebih tegas bahwa min kehadiran 80%, 20% boleh izin tapi dengan syarat yang formal, wahh males deh ngurusnya.. mending lu masuk aja dah terus.. jadi kaga ada masalah. :))

Saat rapat -rapat organisasi pun masih saja ada yang telat. entah itu karena disengaja atau tidak disengaja. keterlambatan begitu menjadi budaya di organisasi FMIPA. entah itu masalah serius atau tidak, tapi yang pasti bahwa seseorang ketika berikrar untuk menjalankan amanah di suatu organisasi, dia sudah memiliki komitmen yang kuat. oleh karena itu, sudah seharusnya komitmen itu dipegang, tidak hanya dibibir saja. komitmen yang kuat itu pun menjadi landasan seseorang lebih mementingkan kepentingan organisasi dulu dibandingkan kepentingan-kepentingan lain yang sifatnya baru atau masih daat ditoleransi. dengan berkomitmen mengikuti organisasi berarti dia harus siap dengan konsekuensinya.

2. Begitu menggebu-gebunya slogan FMIPA yang mengatakan FMIPA!! JAya!! tapi apa yang terjadi sekarang?

MIPA memang Jaya tapi saya pikir belum untuk softskill. Mungkin Hardskill cukup jaya dengan beberapa prestasi akademik yang gemilang, tapi FMIPA sering menyendiri, FMIPA kadang maju sendiri, tidak mau menengok teman samping kanan atau kirinya. kegiatan-kegiatan sefakultas masih sering sepi karena kurangnya penonton yang hadir padahal jumlah mahasiswa FMIPA itu paliing banyak di IPB.

 

masa perkenalan,

mungkin terdengar asing bagi mahasiswa baru

tapi yang terpenting adalah niat dari panitia MPF itu sendiri. Apa tujuan MPF ini diselenggarakan. Seharusnya setiap tahun diadakan evaluasi bersama apa yang harus ditambah dan apa yang dikurangi. sekiranya hal-hal yang dapat melunturkan semangat FMIPA dihilangkan dan mahasiswa baru menjadi bangga sebagai mahasiswa FMIPA IPB.

Masa perkenalan juga tidak hanya sebatas ketegasan fisik semata. sebaiknya ketegasan tidak perlu terlalu difokuskan pada marah-marah atau bermuka jutek. karena kita sendiri pun jika melakukan kesalahan dan diingatkan dengan kekerasan, yang ada bukan nurut atau lebih baik tapi justru kesal. apalagi anak-anak zaman sekarang sangat berani berekspresi. Evaluasi kesalahan itu sebaiknya dilakukan dengan kepala dingin. dan seperti motto FMIPA bahwa FMIPA itu mencegah, maka lebih baik mencegah daripada mengobati. maksudnya sebelum mereka melakukan kesalahan, kita beri keteladanan pada mereka apa apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh.

KETELADANAN adalah guru yang paling berharga, begitu kata Kak Deni, mantan wapresma tahun 2009/2010 saat mengisi materi gathering MPF 2011. dengan keteladanan, tidak hanya mereka yang berubah menjadi baik tapi diri kita sendiri pun insya Allah berubah menjadi lebih baik.

Niatkan MPF ini untuk memperkenalkan FMIPA ke mahasiswa baruu. hanya itu, tidak perlu yang lain.

Praktikum Penerapan Komputer

Mail Merge

Page Break

hidup mahasiswa !!!

macam-macam sistem Operasi :Unix, Linux, Windows, dll.

Ada hierarki dalam suatu program,

1. karakter

2. sfring

3. field

4. record

5. file

6. folder

7. secondary storage

8. computer system

klik kanan start, explorer, WINDOWS

Windows utilities :

kompresi file : file akan berada dalam format .rar atau .zip

schedule task: membuat jadwal untuk menjalankan program

back up : membuat file cadangan disk defragmenter, address book, windows command promt (MS DOS)

mebuat folder ms dos : ketik md(spasi)agan

rd : remove directory (1 folder)

del : menghapus file

cd.. : mengembalikan


sunset download

Tautan ke Opa Google

Pertama kali mengaktifkan blog ini..

bareng-bareng di cyber syngkong..

lumayan jadi punya situs dari IPB.

My Lovely’s Campus :)